Gandeng LPDB, PBNU Luncurkan 11 Pilot Project Pengembangan Ekonomi Umat

Home / Berita / Gandeng LPDB, PBNU Luncurkan 11 Pilot Project Pengembangan Ekonomi Umat
Gandeng LPDB, PBNU Luncurkan 11 Pilot Project Pengembangan Ekonomi Umat PBNU saat meluncurkan pilot project pengembangan ekonomi keumatan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. (FOTO: PBNU For TIMES Indonesia)

TIMESLAMPUNG, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Syariah  meluncurkan pilot project pengembangan ekonomi keumatan di Provinsi Lampung dan Bengkulu. 

Acara itu digelar di Gedung PBNU lantai 5 Jalan Kramat Raya pada Senin (30/4/2018). Dalam acara itu hadir langsung perwakilan koperasi dari provinsi Lampung dan Bengkulu. 

Ketua PBNU Bidang ekonomi Umarsyah menyatakan, sebagian besar warga nahdliyin bermata pencaharian di bidan pertanian, nelayan dan perkebunan. Permasalahan yang terjadi menurut pendataan PBNU adalah lambatnya para pelaku usaha di akar rumut untuk merespons perkembangan dinamika ekonomi baik dari aspek teknologi penunjang usaha termasuk regulasi yang berkembang sedemikian cepat.

PBNU-saat-meluncurkan-pilot-project-pengembangan-ekonomi-keumatan-di-Gedung-PBNU.jpgSuasana Rapat PBNU saat meluncurkan pilot project pengembangan ekonomi keumatan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. (FOTO: PBNU For TIMES Indonesia)

Umarsyah mengurai, lambatnya respons para pelaku usaha di akar rumput itu berakibat terhadap penurunan pendapatan sehingga daya beli nya juga menurun. Ia mencontohkan petani di akar rumput mulai dari pembibitan dan teknologi penunjang jauh tertinggal dari para pelaku pertanian lainnya. 

Atas dasar itulah, PBNU berinisiatif membentuk tim untuk membuat pilot project pengembangan ekonomi umat di 11 kelompok badan usaha yang ada di Lampung dan Bengkulu.  

PBNU berpandangan warga nahdliyin yang memiliki badan usaha seperti  koperasi, UMKM, dan para pelaku usaha didekatkan dengan program pembiayaan yang telah disediakan oleh pemerintah, salah satunya adalah LPDB.

"Kita bentuk tim untuk membina masyarakat mulai dari bibit pupuk, traktor bahkan subsidi yang ada dari pemerintah kita upayakan menyasar warga nahdliyin. Warga kita banyak yang bekerja di ruang hulu jadi harus dibina dengan tim besar dari Kementerian Pertanian, pabrik pupuk pabrik bibit asuransi dan LPDB salah satunya," papar Umar. 

Lebih lanjut Umarsyah menambahkan, PBNU saat ini sedang menyiapkan rencana strategis pembangunan ekonomi umat dari hulu hingga hilir. Sehingga dengan perencanaan dan pelibatan pihak-pihak secara integratif maka basis produksi yang melibatkan warga nahdliyin di akar rumput akan menyentuh di level industri.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com